Perhatian
Wartawan Media Online corongrakyat.com dalam melaksanakan tugasnya dibekali IDCard dan Surat Tugas yang telah ditandatangani oleh Pimpinan Redaksi dan senantiasa tunduk dan patuh pada Kode Etik Jurnalistik

Sebulan Tak Bisa Isi Solar Subsidi, Warga Makassar Keluhkan Error Aplikasi MyPertamina

Ilustrasi barrcode my pertamina

CORONGRAKYAT.COM, Makassar — Seorang warga di Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku tidak dapat melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi selama lebih dari satu bulan akibat kendala pada sistem aplikasi MyPertamina.

Kendala tersebut terjadi karena barcode subsidi yang digunakan untuk pengisian BBM tidak dapat diakses lantaran pengguna tidak bisa masuk (login) ke dalam aplikasi.

“Sudah lebih dari satu bulan saya tidak bisa mengakses barcode subsidi karena tidak bisa login di aplikasi,” ujar Dio kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

Dio menjelaskan, selama ini dirinya rutin melakukan pengisian solar subsidi di SPBU yang berada di kawasan Jalan Ratulangi, Makassar. Namun dalam beberapa kesempatan terakhir, pengisian ditolak karena barcode subsidi miliknya tidak dapat digunakan.

Akibat masalah tersebut, ia mengaku telah berupaya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi atas persoalan yang dialaminya.

“Saya sudah koordinasi dengan Korlantas dan mereka mengatakan kendaraan saya sudah sesuai. Namun untuk sistem aplikasi itu merupakan kewenangan pemilik aplikasi, yaitu Pertamina,” katanya.

Tidak hanya itu, Dio juga mendatangi kantor regional Pertamina di Makassar untuk meminta penjelasan terkait kendala pada sistem aplikasi tersebut.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan, ia mengaku mendapatkan penjelasan bahwa diduga terjadi kesalahan pada proses pembaruan data dari sistem lama ke sistem baru sehingga datanya tidak terbaca di sistem.

“Saat saya ke kantor Pertamina Regional di Makassar, mereka mengakui ada kesalahan data lama ke yang baru sehingga tidak bisa terinput di sistem,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi ini sangat merugikan konsumen yang bergantung pada BBM subsidi untuk operasional sehari-hari. Karena itu, ia berharap pihak terkait segera memperbaiki sistem agar pengguna tidak terus dirugikan.

“Saya sebagai konsumen tentu sangat dirugikan dengan kondisi ini,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan klarifikasi bahwa kendala tersebut diduga berkaitan dengan masalah server serta belum terintegrasinya data program subsidi tepat.

“Ini masalah server, Pak. Karena data dari subsidi tepat belum terintegrasi. Mohon ditunggu dulu,” ujar perwakilan pihak Pertamina saat dikonfirmasi.

Pihak Pertamina juga menyampaikan bahwa laporan terkait kendala tersebut telah disampaikan sejak Kamis (13/3/2026). Namun hingga saat ini permasalahan tersebut masih dalam proses penanganan dan belum menemukan solusi teknis.

Kasus ini menimbulkan keluhan dari konsumen karena sistem digital yang seharusnya mempermudah distribusi BBM subsidi justru dinilai menyulitkan masyarakat ketika terjadi gangguan pada sistem aplikasi.