CORONGRAKYAT.COM Makassar — Pengawalan pupuk bersubsidi koalisi perjuangan pemuda mahasiswa menemui titik terang. Puluhan kader KPPM melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pupuk indonesia sulsel atensi atas hasil rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD kabupaten Gowa yang di anggap belum menemui titik kejelasan (30/1/2026).
Sebelumnya diketahui, KPPM secara kelembagaan telah melayangkan surat permohonan audience secara khusus bersama direktur Pupuk indonesia Sulsel namun tidak di indahkan.
Menyikapi hal itu perwakilan PI sulsel menyampaikan bahwa telah mengadakan pertemuan bersama distirbutor, pengecer serta dinas-dinas terkait.
“Kami sudah adakan pertemuan. Terkait problem penyaluran pupuk bersubsdi sudah ada perbaikan internal. Semua pihak telah di evaluasi”, kata perwakilan PI.
Resky Kurniawan menanggapi bahwa tidak ada undangan secara kelembagaan dalam pertemuan itu.
“Baru-baru ini kami masih menemukan keluhan dari salah satu informan yang ada di kec tombolopao bahwa penjualan pupuk masih di atas HET”, tegas Resky.
Lebih lanjut, Resky menyampaikan bahwa hasil kesepakatan dalam pertemuan itu akan menjadi pegangan dasar kami untuk tidak kembali membebankan petani soal harga angkut karena melanggar aturan yang seharusnya.
“Harapan kami apa yang disampaikan perwakilan PI sulsel adalah langkah nyata sehingga penyaluran pupuk bersubsidi tetap di jual dengan harga eceran tertinggi”, rltutup Resky.
PI sulsel sependapat melalui tanggapan penutup, jika kembali terjadi hal demikian adik-adik KPPM berikan kejelasan informan dan akan kami ambil langkah tegas terhadap distributor maupun pengecer. (Wawan Copel)






