Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Iyad Khayri, Pria Palestina Yang Ditembak Mati Polisi Israel

Iyan Khayri

Corongrakyat – Selain kematian pria kulit hitam Amerika Serikat, George Floyd, kematian Iyad Khayri juga telah memicu amarah publik.

Khayri, pria Palestina yang mengalami gangguan kesehatan mental ditembak mati oleh polisi Israel di Kota Tua, Yerusalem, pada Sabtu (30/5). Ia ditembak karena diduga membawa senjata, namun polisi tidak menemukan senjata apa pun.

Sehari setelahnya, Minggu (31/5), Reuters melaporkan, ratusan orang memadati pemakaman Khayri.

Atas kematian pria 32 tahun tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz memberikan permintaan maafnya dalam pertemuan kabinet pada Minggu.

“Kami benar-benar minta maaf atas insiden di mana Iyad Khayri ditembak mati dan kami ikut serta dalam kesedihan keluarga. Tetapi saya yakin masala ini akan diselidiki dan kesimpulannya akan didapat dengan cepat,” ujar Gantz.
Gantz juga mengatakan Israel akan berusaha untuk terus meminimalisir jatuhnya korban.

Berbeda dengan Gantz, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru tidak menyinggung sedikit pun kematian Khayri dalam pidatonya.

Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan antara Israel dan Palestina memang meningkat secara signifikan. Utamanya setelah Netanyahu dan Gantz yang baru membentuk pemerintahan persatuan mengumumkan akan segera menganeksasi Tepi Barat.

Sesuai dengan Rencana Perdamaian Timur Tengah yang dibuat oleh Presiden AS, Donald Trump, Israel berusaha untuk memperluas kedaulatannya ke pemukiman Palestina dan Lembah Jordan di Tepip Barat.

Comments

comments