Umat Islam Tebing Tinggi Bubarkan Ceramah Gus Muwafiq Tokoh Aliran Islam Nusantara Karena Ngawur dan Berisi Politik.

Umat Islam Tebing Tinggi Bubarkan Ceramah Gus Muwafiq Tokoh Aliran Islam Nusantara Karena Ngawur, Memprovokasi Dan Kampanyekan Paslon 01

Ceramah Tokoh aliran Islam Nusantara (Isnus) Gus Muwafiq mendapat penolakan dari umat Islam di Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Pasalnya ceramah Tokoh Islam Nusantara itu pada Tabligh Akbar dan Tausiyah Kebangsaan sekaligus pelantikan IPNU – IPPNU yang dihelat dalam rangka memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Lapangan Sri Mersing Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (27/2/2019) pagi, memprovokasi serta menyudutkan umat Islam dan Bermuatan Politik.

Berdasarkan keterangan Saksi Mata, Muwafiq dalam ceramahnya menerangkan tentang keanekaragaman suku bangsa di Indonesia, namun ujung-ujungnya untuk meralat kata alfateka.

Gus Muwafiq pun dalam acara ini mengkampanyekan Paslon 01, padahal ini bukan acara Kampanye.

Muwafiq menyatakan KH Ma’ruf Amin maju menjadi Cawapres untuk menyelamatkan Indonesia  dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Walau sudah disoraki oleh puluhan hadirin yang menolak ceramah ngawurnya, bukannya mereda Muwafiq malah makin menjadi-jadi.

Ia kemudian menyerang Hajjah Neno Warisman dan puisi yang ia bacakan pada Malam Munajat 212 di Monas.

Lalu Muwafiq mengatakan “boleh sholat berimam karena sudah janjian suami istri mau sholat bersama. Rupanya si istri ngompol sehingga bernajis dan harus mandi trus waktu sholat nya tadi kan sholat zuhur, rupanya masuk waktu sholat ashar jadi diikuti si istri sholat ashar, Muwafiq bilang syah berimamnya”, ucapannya ini membuat umat Islam marah.

Muwafiq kemudian membela oknum-oknum Banser yang telah membakar Bendera Tauhid di Garut beberapa bulan yang lalu. Muwafiq  bilang bahwa Al-liwa dan Ar-rayyah itu bukan bendera Rasullullah.

Makin ngawur lagi, waktu ngajak Bersholawat Muwafiq mengatakan macam-macam cara orang Indonesia berdialek sehingga boleh Sholawat dibuat macam-macam, lalu Muwafiq mengajak Sholawat pake lagu dangdut.

Karena sudah tak tahan lagi, akhirnya warga masyarakat yang hadir melakukan protes dan meminta ceramah Muwafiq dihentikan. Warga berteriak-teriak minta ceramah Muwafiq dihentikan.

Umat Islam Tebing Tinggi tidak anti dengan acara Tabligh Akbar dan Tausiyah Kebangsaan, mereka tidak anti dengan NU, namun mereka hanya meminta ceramah ngawur dan sesat Muwafiq tokoh aliran Inus ini dihentikan.

Akhirnya umat Islam pun menyampaikan tuntutannya agar ceramah Muwafiq segera disetop.

Namun anehnya Kapolda dan Kapolres langsung turun dari panggung dan mengejar, mengamankan umat Islam yang melakukan protes.

Sebenarnya banyak warga yang terlibat namun aparat hanya menangkap orang-orang FPI yang memang identitasnya sudah mereka ketahui. Jadi seperti sudah ditarget.

Dalam acara itupun ada pembagian Sembako atas nama Kapolda Sumut Irjen pol Dra. Agus Andrianto SH yang isinya 5 KG Beras, 2 KG minyak tanah, 2 KG gula pasir.

Diketahui diacara tersebut para PNS wajib hadir karena absensi berada pada acara tersebut. Jadi jelas acara ini juga termasuk bentuk kampanye terselubung dengan mengatasnamakan NU.

Comments

comments