Keberpihakan Pada Umat Islam, Diam-diam Soeharto jauh lebih baik dari rezim Sekarang.

Relawan Bela Muslim Uyghur
Relawan Bela Muslim Uyghur

Rezim sekarang selalu merasa lebih baik dari Orde Baru dan Soeharto. Tetapi dalam hal keberpihakan pada Umat Islam, diam-diam Soeharto jauh lebih baik daripada rezim ini.

Misalnya, ketika Afghanistan dianeksasi Uni Soviet yg Komunis, sejak 1970-an hingga 1996. Para mujahidin Afghan selalu gigih gerilya melawan pasukan Soviet dan rezim boneka Najibullah.

Diam-diam Soeharto membantu mujahidin Afghanistan dg menyalurkan senjata kepada mereka melalui ABRI (TNI sekarang) dalam sebuah operasi intelijen yg rapih.

Begitu juga ketika muslim Bosnia digenosida oleh Milisi Radikal Kristen Ortodok Serbia tahun 1990-an, diam-diam Soeharto mengirimkan Suripto dg membawa sejumlah uang utk membeli senjata di pasar gelap utk membantu pejuang Muslim Bosnia yg dikepung milisi radikal Serbia.

Bahkan Soeharto pun berani datang ke Sarajevo, ibukota Bosnia yg saat itu tengah mengalami pengepungan total oleh milisi Serbia dan menderita embargo penuh selama bertahun-tahun.

Lihatlah Soeharto. Dia berani berjalan-jalan di tengah kota Sarajevo yg porak-poranda, hanya berbekal helm dan rompi anti peluru. Perlindungan yg sebenarnya tdk sulit ditembus oleh peluru 12,7 mm.

Di Sarajevo Soeharto tdk banyak bicara. Tetapi secara diplomasi dia menang dan berhasil. Indonesia berhasil menunjukkan pada dunia, bahwa RI berada di belakang Bosnia. Bahkan di sana kini berdiri mesjid megah dg nama Masjid Soeharto.

Rezim sekarang? Yang katanya turunan Imam Mahdi, berkah dari langit, ketua santri, pandai mengaji, dan beberapa kali jadi Imam sholat. Ironis malah abstain soal Uighur.

“Allah akan terus menolong seorang hamba selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya.”
(HR. Bukhari).

Negeri ini akan semakin tercerabut berkahnya akibat ulah politisi picisan

Comments

comments